Latar Belakang

Visi reformasi birokrasi sebagaimana tertuang dalam Grand Design Reformasi Birokrasi adalah Terwujudnya Pemerintahan Kelas Dunia (World Class Governance) yang bercirikan tata kelola kepemerintahan yang baik yang diwujudkan dalam pelayanan publik yang lebih baik di segala lini urusan pemerintah. 

Untuk mewujudkan visi ini diperlukan upaya yang komprehensif, mengingat kondisi kinerja birokrasi saat ini secara keseluruhan masih belum maksimal. Kondisi tersebut diindikasikan dari jumlah catatan kinerja birokrasi yang belum sesuai harapan seperti tercermin dalam Indeks Persepsi Korupsi, Indeks daya Saing, Indeks Kemudahan Berusaha, dan lain-lain. Kinerja Birokrasi yang masih belum memuaskan sebagaimana diuraikan di atas membutuhkan perbaikan dan perubahan birokrasi yang menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Perbaikan ini menuntut adanya proses perubahan yang terpadu, sistematis dan sinergis dalam rangka mewujudkan Pemerintahan Kelas Dunia.

Inovasi tata kelola kepemerintahan dengan kualitas seperti di atas membutuhkan pemimpin reformasi, yaitu pemimpin birokrasi yang mampu merencanakan, melakukan, memimpin dan menjamin keberlangsungan perubahan secara berintegrasi, yang diindikasikan dengan kemampuan berakuntabilitas, kompeten di bidangnya, menjunjung tinggi etika profesi, sosial dan masyarakat, serta bersih atai tudak korupsi.

Di tangan pemimpin reformasi seperti ini, maka Pemerintahan Kelas Dunia dapat diwujudkan, karena pemimpin ini bukan hanya mampu merencanakan inovasi tetapi juga mampu memimpin implementasinya serta mengembangkannya secara berkesinambungan.

Untuk menghasilkan pemimpin reformasi tersebut, dibutuhkan penyelenggaraan pelatihan yang tidak hanya memahami teori, namun pelatihan yang bersifat result oriented. Untuk itu, pelatihan RLA ini memanfaatkan metode action learning, yaitu suatu metode yang mengharuskan peserta menyelesaikan suatu isu yang telah ditetapkan. Melalui isu tersebut peserta dituntut memberikan masukan dan tindakan terobosan atau inovasi dalam bidang program atau pelayanan publik yang hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Reform Leader Academy (RLA) adalah pelatihan yang diselenggarakan untuk membentuk reformers, agent of change, atau pemimpin perubahan. Kompetensi yang ingin dibangun dalam pelatihan RLA adalah kemampuan mengelola perubahan baik secara nasional dan instansional.

Dengan hadirnya kebijakan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 21 tahun 2013 tentang Program Diklat Kepemimpinan Reformasi Birokrasi (Reform Leader Academy) dan ditindaklanjuti dengan Perkalan Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Reform Leader Academy telah dirancang Pelatihan RLA yang telah diselenggarakan sejak tahun 2013. Mengingkat pelatihan ini merupakan kegiatan stratejik nasional maka tahun 2018 direncanakan untuk diselenggarakan sebanyak 6 (enam) angkatan.

Dengan melihat urgensi tersebut, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menempatkan Lembaga Administrasi Negara sebagai institusi Pembina Diklat dan memiliki posisi strategis berperan dalam meningkatkan kompetensi Pegawai (ASN). LAN melalui Pusat Diklat Teknis dan Fungsional pada Tahun Anggaran 2018 akan menyelenggarakan pelatihan RLA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages