Seminar Rencana Aksi Instansional RLA XIII

Setelah hampir satu bulan diberikan pembekalan dan pendalaman materi, baik dari manajemen kepemimpinan, dinamika kelompok, dan melakukan benchmarking internasional ke negeri Viet Nam terkait penerapan best practise disana, pada hari ini (29/08/2018) peserta Reform Leader Academy (RLA) Angkatan XIII mengikuti Seminar Rencana Aksi Instansional. Rencana Aksi Instansional ini merupakan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi yang dilakukan di institusi masing-masing peserta, tidak dilakukan individu tetapi berkelompok disesuaikan dengan institusi pengutus kepesertaan pendidikan dan pelatihan RLA tersebut.

Seminar ini juga sebagai ajang penguji untuk melihat makalah yang telah disusun berdasarkan tema diklat yaitu Ease of Doing Business (EoDB), Reformasi Birokrasi Nasional (RBN) yang telah disusun sebelumnya oleh peserta diklat, serta area perubahan Reformasi Birokrasi 2025 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Desain Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Dalam seminar ini pun dihadirkan mentor atau co-mentor yang berasal dari instansi pengusul peserta, hal ini dilakukan untuk ikut menyaksikan dan menguji makalah yang disusun peserta dari kaca mata mentor/co-mentor. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan masukan atau perbaikan makalah dan kesesuaian dengan kondisi nyata di institusinya sehingga makalah rencana aksi instansional dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan berdaya guna sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pelaksanaan seminar di bagi dua kelompok, kelompok pertama yang terdiri dari Tim Kementeritan Keuangan, BKPM, Kementerian Hukum dan HAM, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Jawa Tengah bertempat di Ruang Auditorium Gedung Makarti lantai 3. Sedangkan kelompok kedua yang terdiri dati Tim yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Aceh, serta Provinsi Banten melakukan seminar bertempat di Ruang Auditorium Gedung Makarti lantai 2.

Berdasarkan hasil seminar makalah rencana aksi instansional, beberapa perbaikan yang perlu dilakukan oleh peserta diantaranya adalah simplifikasi judul, yaitu tetap menggunakan judul yang singkat padat tetapi dapat menggambarkan tiga unsur, yaitu area perubahan reformasi birokrasi yang ingin dicapai, aksi perubahan yang akan dilakukan, serta ruang lingkup dari rencana aksi tersebut. 

Selain itu, area perubahan reformasi birokrasi juga diarahkan menyentuh area perubahan kelembagaan dimana peran sebuah organisasi yang efektif sangatlah penting dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, identifikasi stakeholders perlu diteliti lebih mendalam dan pembagian tugas dalam organisasi. Menurut Henry Mintzberg dalam menciptakan suatu desain organisasi yang efektif, dalam bukunya Structure In Five: Designing Efective Organization, perlu terdapat lima komponen penting dalam organisasi. Lima komponen tersebut adalah (a) the operating core, unsur pelaksana yaitu pegawai yang melakukan pekerjaan dasar berhubungan dengan produksi & jasa, (b) the strategic apex, unsur strategis pimpinan puncak yg bertanggung jawab terhadap keseluruhan organisasi, (c) the middle line, unsur kelompok menengah para pimpinan yang menjadi penghubung kelompok pelaksana dengan kelompok strategis, (d) the techno structure, unsur kelompok analis yg bertanggung jawab pada adanya SOP (standard operating prosedure), dan (e) the support staff, unsur kelompok orang-orang yang mengisi unit staff yang memberi jasa pendukung tidak langsung pada organisasi.

Setelah seminar rencana aksi instansional ini, peserta diharapkan dapat melaksanakannya di institusi masing-masing. Seminar ini juga merupakan akhir dari tahap pertama tatap muka atau di dalam kelas (on campuss) selanjutnya peserta kembali ke institusi/daerahnya. Kurang lebih tersedia waktu dua bulan untuk merealisasikan rencana aksi hingga November 2018. Selanjutnya peserta akan kembali ke kampus Lembaga Administrasi Negara di Pejompongan Jakarta untuk melakukan Seminar Hasil Implementasi Rencana Aksi Instansional, Konsolidasi Aksi Reformasi Birokrasi, dan Kampanye Aksi Reformasi Birokrasi Nasional.

2 komentar:

Pages