Integrasi Aplikasi Perijinan OSS Mengalami Kendala


Dalam rangka menghimpun informasi lebih lanjut terkait penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Nasional (RBN) dan Reformasi Birokrasi Instansional (RBI), peserta diklat Reform Leader Academy (RLA) Angkatan XIII, Amri Zuhdi dan Muhamad Agung Hikmati melakukan kunjungan konsultasi ke Subdit Interoperabilitas dan Infrastruktur Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah pada Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta (31/08/2018).

Tujuan dari kunjungan ini adalah konsultasi terkait aplikasi SiCantik, dimana aplikasi ini merupakan aplikasi perizinan yang dikembangkan oleh Kementerian Kominfo yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah, terutama bagi daerah yang belum memiliki aplikasi perijinan sendiri. Hal ini berguna agar daerah dapat mengimplementasikan layanan perijinan berintegrasi dengan Online Single Submission (OSS). Bagi daerah yang telah memiliki aplikasi perijinan sendiri dapat langsung mengintegrasikan ke OSS, baik melalui SiMantra maupun langsung ke OSS. Saat ini sedang dikembangkan ke Versi 5.0.

Dalam kunjungan yang diterima oleh salah satu staf Subdit Interoperabilitas dan Infrastruktur, Yusus Simatupang disampaikan bahwa masih ada kendala dalam integrasi sistem ke OSS.

"Tidak adanya masa peralihan dari proses manual maupun proses integrasi ke OSS dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24/2018, memunculkan permasalahan dalam pelaksanaannya", ujar Yusus.

Permasalahan lain adalah adanya kekhawatiran daerah terkait keamanan data perijinan.

"Mengingat SiCantik bekerja dalam cloud, banyak daerah yang mengkhawatirkan keamanan datanya jika terjadi masalah di infrastruktur SiCantik. Diakui bahwa saai ini memang infrastruktur server untuk SiCantik maupun OSS masih belum memadai sehingga user seringkali merasakan proses yang lambat bahkan kadang hang", jelas Yusus lebih lanjut.

Berdasarkan permasalahan di atas, diharapkan adanya masa transisi penggunaan OSS maupun SiCantik, baik dari sisi aturan maupun teknis pelaksanaannya.

Kendala lain yang ditemukan adalah terkait Help Desk, dimana pengelola OSS dan SiCantik tidak menyediakan Sumber Daya Manusianya dan tidak semua daerah memiliki kapasitas untuk membantu menjelaskan dan mengoperasikan teknis penggunaan SiCantik maupun OSS.

Baik Amri Zuhdi maupun Muhamad Agung Hikmati sama-sama berpendapat bahwa kendala tersebut mungkin bisa diminimalisir melalui penyediaan ruang dan waktu Coaching Clinic. Sebagaimana yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, dimana setiap KPP menyediakan ruang dan hari-hari tertentu untuk berlatih aplikasi layanan pajak terutama jika meluncurkan versi terbaru. Bagi user baru maupun yang ingin belajar fitur baru dapat memanfaatkan ruang dan waktu  tersebut dengan didampingi oleh petugas. Sehingga penerapan penggunaan aplikasi relatif minim komplain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages